(061) 6642331

TIPS MENUMBUHKAN EMPATI SEJAK DINI

Oleh: manajemen | Ditulis pada: 17-Jul-2017 14:18:29

Penulis : Dra. Endang Wahyuni ,M.Psi

Betul bahwa sejak kecil sebaiknya anak-anak diajarkan tentang hal-hal yang baik. Karena hal yang baik itu akan dijadikannya kebiasaan selanjutnya. Empati diibaratkan sebagai satu perasaan yang mencoba berada pada posisi orang lain. Contoh sederhana adalah menumbuhkan rasa empati kepada orang yang sedang kesusahan.Tanda-tanda awal empati pada diri manusia ini dicontohkan sebagaimana bayi akan menangis ketika mereka mendengar bayi lain menangis, seorang akan mengulum jarinya sendiri untuk mengetahui apakah ia juga terluka, ketika melihat orang lain terluka jarinya, dan seorang anak akan menghapus matanya meskipun ia tak menangis, ketika melihat ibunya menangis.

Sebagai bagian dari kecerdasan emosional seseorang, sikap empati perlu ditanamkan sejak usia dini dan sebagai orang tua perlu menciptakan kondisi pengasuhan yang tepat agar anak memiliki rasa empati.Empati dimaksudkan bagaimana kita bisa memperkirakan keadaan psikis orang lain ketika mengalami hal-hal tertentu seperti yang mereka hadapi saat ini. Dengan berempati maka kita menjadi lebih memiliki perasaan yang halus, peka, dan peduli.

Berikut beberapa cara menumbuhkan sikap empati pada anak:

1. Membiasakan anak untuk mengucap kata-kata 'ajaib'seperti terima kasih saat dibantu, maaf

saat merasa bersalah, dan tolong saat minta bantuan.

2. Memberikan contoh kepada anak untuk selalu menghormati orang lain tanpa memandang

derajat,harta dan pangkat.

3. Mengajak anak ke panti asuhan, panti jompo, dan rumah singgah anak terlantar untuk

menumbuhkan rasa empati terhadap sesama

4. Mengajak anak ke kebun binatang, kebun raya, dan berkemah ke tempat kita bisa lebih dekat

dengan alam sehingga menumbuhkan peribadi peduli

5. Membacakan dongeng mengenai cerita ringan penuh pesan moral. Bisa juga dengan

menyediakan buku anak bergambar untuk dibaca sendiri oleh anak


6.Mendengarkan baik-baik saat anak menceritakan apa masalah mereka. Lalu tanya dan

refleksikan kembali padanya, seperti 'Kamu yakin merasa sangat sebal pada sahabatmu?'


7.Membiarkan anak menyelesaikan konfliknya sendiri agar ia belajar.


8.Membiasakan anak untuk berkata baik, sopan, dan optimis.


9.Tidak berprasangka dan menemukan kesamaan.Orang-orang yang memiliki rasa empati yang

kuat tidak mudah memberikan prasangka terhadap orang lain. Mereka justru menantang

prasangka dan mencari kesamaan

10.Manfaatkan media social.

Jika selama ini Anda menggunakan media sosial untuk menulis keluh kesah maka kini saatnya mengubah media sosial sebagai alat menarik empati banyak orang.Misalnya, memberikan informasi mengenai kekeringan di Afrika atau bencana alam yang baru saja terjadi. Dengan demikian, media sosial Anda tidak hanya sekadar menjadi buku harian tapi juga koneksi empatik.