(061) 6642331

Siswa SMP Islam Al-Ulum Terpadu Berlatih Retorika Melalui Kultum Dhuha

Oleh: smp | Ditulis pada: 25-Jan-2017 13:19:58

Siswa SMP Islam Al-Ulum Terpadu Berlatih Retorika Melalui Kultum Dhuha

Kemampuan dan keterampilan berbicara didepan umum, bukanlah sesuatu yang mudah. Namun keterampilan tersebut juga tidaklah sulituntuk dikuasai selama seseorang tersebut mau menekuni selakigus berlatih dengan sungguh-sungguh. Hal inilah yang dilakukan SMP Islam Al-Ulum Terpadu dalam melatih para siswanya, dengan menggunakan waktu pelaksanaan Kuliah Tujuh Menit (Kultum) Shalat Dhuha untuk melatih keterampilan dalam berbicara di depan umum. Alhasil, siswa mempunyai keberanian dan kemampuan untuk menyampaikan ide dan gagasan di depan khalayak ramai.

Seperti yang dilakukan SMP Islam Al-Ulum Terpadu, Farhan Syarifuddin, yang didalam kultumnya mengambil tema "Berteman Dalam Islam". Farhan mengatakan Islam sebagai agama yang sempurna telah menjelaskan kepada kita adab-adab dalam berteman dan batasan-batasan dalam bergaul. "banyak yang masuk lubang kemaksiatan, kesesatan karena berteman dengan orang yang buruk perangainya, zalim kepada Allah SWT, pendusta, penghianat. Untuk itu, tuntutan berteman telah Allah jelaskan dalam Alquran Surah Al Furqan ayat 28-29," terangnya.

Koordinator Ibadah SMP Islam Al-Ulum Terpadu, Rifi Syahputra, S.Pd.I, menjelaskan dalam pelaksanaan aktivitasnya ibadah di sekolah khususnya dalam pelaksanaan shalat berjamaah, setelah siswa selesai membaca hafalan Alquran, siswa dituntut dan berlatih bagaimana berbicara di muka umum dengan Kultum Dhuha. "Melalui media ini diharapkan siswa bisa belajar menyampaikan pesan-pesan Alquran sbagai materi dakwah, sehingga kita berharap nantinya alumni sekolah ini bias diandalkan dalam berdakwah di luar sana," terangnya. Dikatakan, pelaksanaan kultum biasanya dilakukan siswa kelas VII dan IX untuk membekali mereka nantinya. "Kami berharap agar siswa SMP Islam Al-Ulum Terpadu punya kemampuan yang dapat diandalkan sebelum terjun dan berinteraksi dengan masyarakat. Kompetensi keterampilan menjadi modal yang dapat menjadi rujukan kualitas siswa," pungkasanya.